Minggu, 13 Maret 2022

Overland Tour ( Pengertian,Tekhnik persiapan dan pemanduan Wisata Overland,)




  1. Pengertian Overland Tour

Dalam kamus bahasa Inggris Overland Tour mempunyai arti Being, or accomplished, over the land, instead of by sea; as, an overland journey  Bisa kita artikan bahwa Overland adalah perjalanan melalui darat tetapi bisa juga diartikan Wisata overland adalah sebuah wisata yang menggunakan transportasi darat untuk mencapai obyek- obyek wisata yang dituju lebih dari 2 (dua) kota yang tersinggahi dalam satu kali perjalanan wisata. Banyak diantara kita sudah melakukan perjalanan wisata demikian, hanya mungkin istilah overland  masih asing didengar. Sebenarnya istilah overland digunakan oleh banyak perusahaan dan agen perjalanan atau biro tour and travel terutama yang sering menghandle tamu asing seperti contoh paket Jawa Bali overland tour, Bromo Ijen Overland – Bali Tour atau Yogyakarta – Bali overland tour dan lain-lain.


  1. Tekhnik persiapan dan pemanduan Wisata Overland

    1. Tekhnik persiapan

Dalam pemanduan wisata dapat ditentukan oleh seberapa lengkap dan bagusnya persiapan yang telah dilakukan oleh seorang pemandu dalam mengumpulkan data ataupun informasi untuk persiapan harus terupdate dan dapat dipercaya. Jangan sekali-kali memberikan berita bohong atau yang tidak terupdate walaupun maksudnya ingin memuaskan wisatawan, bila ternyata diantara wisatawan ada yang mengetahui secara pasti dan benar, akan dapat membuat tidak percaya kepada kita sendiri. Perlu digaris bawahi bahwa tugas pemandu wisata adalah memberi informasi dalam lingkup tertentu atau tempat tertentu dan juga mempromosikan negara anda karena sebagai seorang pemandu kita adalah duta suatu Negara (A Guide is The embassador of the Country), jangan mencoba menciptakan adu argumen dengan wisatawan anda benar-benar dituntut untuk tidak emosional karena watak dan tabiat para wisatawan sangat berbeda satu dengan yang lain. Karena pada hakekatnya pemandu wisata adalah seseorang yang menemani, memberikan informasi dan bimbingan serta saran kepada wisatawan dalam melakukan aktivitas wisatanya. Aktivitas tersebut, antara lain mengunjungi objek dan atraksi wisata, berbelanja, makan di restoran, dan aktivitas wisata lainnya dan untuk itu ia mendapatkan imbalan tertentu.

  1. Sumber –sumber Informasi yang dapat digunakan sebagai literatur pemanduan :

    1. Sumber hidup, meliputi :

      1. Juru Kunci suatu tempat bersejarah yang banyak dikunjungi (Candi, Pura, Makam dll)

      2. Para pemasok/pengusaha sarana, mereka memiliki informasi tentang obyek kunjungan/wisata yang dikelolanya.

      3. Wartawan, akademisi, konsultan, dan tetua (orang yang dituakan) atau tokoh masyarakat, mereka sering punya pandangan yang lebih luas dan tidak memihak.

      4. Asosiasi (Perkumpulan) profesi yang berhubungan dengan beberapa tempat wisata

      5. Internal customer ( pegawai, karyawan ) dan teman sekerja dalam satu sistem managemen perusahaan

    2. Sumber kepustakaan, meliputi :

      1. Brosur serta buku promosi dari suatu tempat Wisata

      2. Brosur dari Biro Perjalanan yang terstandar, laporan-laporan dari beberapa sektor wisata, maupun majalah-majalah yang terkait tempat wisata.

      3. Laporan dan bahasan dari asosiasi, karena tidak semua Biro wisata mau mengadakan tukar menukar pengalaman secara langsung.

      4. Hasil Penelitian dari siswa dan mahasiswa jurusan Pariwisata atau jurusan yang berhubungan tempat wisata (yang banyak dikunjunggi atau menarik wisatawan)

      5. Perpustakaan/buku-buku sejarah

    3. Sumber Internet

      1. Media sosial (group Whatapps, Facebook, Instagram pelaku pariwisata)

      2. Website resmi dinas pariwisata

      3. Website resmi pelaku pariwisata (www.eastjava.com dll)

      4. Blogger pengemar pariwisata atau destinasi wisata

  2. Jenis-jenis Informasi

    1. bersejarah :

      1. tempat tempat yang bersejarah dan bernostalgia bagi wisatawan contoh rumah atau bangunan peninggalan belanda (bagunan balaikota Malang)

      2. Nama-nama yang terkenal sebagai pahlawan dan Tokoh-tokoh suri tauladan maupun tokoh yang tergolong antagonis yang berasal dari daerah tersebut seperti contoh Ir. Soekarno (Blitar), patieh Gajahmada (Probolinggo), Ken arok (Singasari – Malang) dll

      3. Kebudayaan yang unik dan bersejarah dan waktu terjadinya peristiwa yang tergolong luarbiasa , unik, menarik dan terkesan mendalam seperti asal muasal upacara kasada (diBromo oleh suku tengger), lagu kebagsaan maupun lagu daerah , hari kemerdekaan dll

      4. Rumah adat dari suatu suku seperti rumah adat papua , rumah padang, rumah joglo dll

    2. Keadaan Alam

      1. Iklim/cuaca, tidak hanya kemarau dan penghujan saja tetapi dihubungkan dengan persiapan dan apa yang akan diperbuat penduduk setempat dalam keadaan itu, seperti bertanam padi,musim menuai, penggunaan sistim pengairan.

      2. Pemandangan alam seperti lautan, pegunungan,sungai, jelaskan tentang berapa kedalaman, ketinggian, apa fungsinya untuk penduduk dan keistimewaan yang lain.

      3. Keadaan tanah dan hasilnya, tambang dan mineral lain ataupun kesuburannya daikaitkan dengan hasilbumi penduduk setempat

      4. Fenomena alam/ gunung berapi, perubahan/gejala perubahan alam/evolusi

      5. Flora dan Fauna yang khas di daerah tersebut dan pemanfaatannya.

    3. Lingkungan buatan

      1. Taman, Kebun binatang, Kebun raya, dan bangunan seperti Teater terbesar, Jembatan kayu/kaca, Jalan terpanjang dll.

      2. Daerah yang terkenal seperti Pecinan, Taman mini, agro wisata, Jawa Timur Park dll, berikan informasi tentang mengapa dibangun, kapan, siapa yang membangun dan untuk tujuan apa.

      3. Pabrik-pabrik terkenal dan institute serta lembaga terkenal

    4. Peristiwa atau hal-hal baru yang sedang hangat.

      1. Festival besar yang diselenggarakan hanya 1 atau 2 kali dalam setahun : festival seni nasional, festival makanan daerah dll.

      2. Upacara-upacara kenegaraan, olahraga ataupun kesenian.

      3. Hari-hari khusus agama yang dirayakan oleh masyarakat dengan penampilan istimewa seperti Lebaran, Nyepi, Galungan dll.

    5. Pengumpulan data informasi

Seorang pramuwisata di era sekarang, sudah sangat banyak mendapatkan kemudahan dalam mencari informasi sebagai data pemanduan yaitu dengan menggunakan computer, dan smartphone mulai dari browsing dan menuliskan ringkasan dari Informasi Pariwisata atau cerita lain/dongeng/legenda, data yang diperoleh dikumpulkan dengan diklasifikasikan mulai dari Daerah – obyek yang terdapat – informasi formal – legenda – Hal ini dilakukan ubtuk memudahkan pencarian bila sewaktu-waktu ada kegiatan untuk memandu kedaerah tersebut. Pengolahan informasi dapat dilakukan dengan pentahapan sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data/informasi

  2. Identifikasi sesuai dengan keakuratan data

  3. Memilah informasi

  4. Mencatat/menulis dalam file

  5. Kelompokkan dalam satu folder sesuai dengan urutan klasifikasi


Contoh :

  • Lokasi – Jarak dari Jakarta/Bandung

  • Fenomena alam

  • Unggulan (belerang)

a.    Tehnik pencatatan informasi (Note taking technique)

  • Gunakan kertas yang kuat dan sedang ketebalannya, Potonglah dengan ukuran + 10 x 15 Cm cukup terpegang dalam telapak tangan (handy).

  • Lubangi ujung kanan atas untuk lubang ring

  • Kelompokkan topik dalam warna tersendiri, dan kelompokkan warna sesuai urutan presentasi/route perjalanan

  • Tuliskan secara singkat dan pergunakan kode yang biasa anda lakukan, misalnya : untuk = u’ , dengan

=dg , penumpang = pax , Pada kertas terdepan tuliskan kode tujuan wisata dan waktu pelaksanaan

  1. Sumber Informasi

    1. Sumber hidup, meliputi :

Wisatawan maupun para pemasok sarana, mereka seringkali memiliki informasi tentang pesaing baik pemandu secara individual maupun Biro Perjalanan wisata.

  1. Wartawan, akademisi, konsulta, dan tetua (orang yang dituakan) atau tokoh masyarakat, mereka sering punya pandangan yang lebih luas dan tidak memihak.

  2. Asosiasi profesi

  3. Internal customer ( pegawai, karyawan ) dan teman sekerja dalam satu sistem managemen perusahaan.

  4. Para Tetua setempat (pawang, pemuka masyarakat yang terkait)

  1. Sumber Media , meliputi :

    1. Brosur dari Biro Perjalanan yang terstandar, laporan-laporan sektor pasar wisata, maupun majalahmajalah pariwisata.

    2. Laporan dan bahasan dari asosiasi, karena tidak semua Biro wisata mau mengadakan tukar menukar pengalaman secara langsung.

    3. Hasil Penelitian ( hasil pengolahan angket bagi pengguna jasa)

    4. Majalah, koran, buku sejarah, buku cerita rakyat/legenda.

    5. Situs Pariwisata di Internet, TV, Radio.

  1. Tehnik pencatatan (Note taking technique)

    1. Gunakan kertas yang kuat dan sedang ketebalannya ( manila) , Potonglah dengan ukuran + 10 x 15 Cm cukup terpegang dalam telapak tangan (handy). Lubangi ujung kanan atas untuk lubang ring

    2. Kelompokkan topik dalam warna tersendiri, dan kelompokkan warna sesuai urutan presentasi/route perjalanan/itinerary.

    3. Tuliskan secara singkat dan pergunakan kode yang biasa anda lakukan, misalnya : untuk = u’ , dengan

=dg , penumpang = pax , Pada kertas terdepan tuliskan kode tujuan wisata dan waktu Pelaksanaan

  1. Penyiapan Sarana Perjalanan Wisata

Pastikan melalui Check, Recheck and Cross Check, bahwa:

  1. Kondisi kendaraan sudah “siap dan layak jalan’ tanyakan pada driver untuk memastikan kondisi kendaraan seperti: AC, ban, bahan bakar, toilet (kalau ada)

  2. Pengemudi utama dan cadangan (kalau ada), sehat dan siap.

  3. Kondisi jalan menuju sasaran, sesuai dengan besar kendaraan dan cari jalan alternatif sebagai cadangan.

  4. Payung, Jas hujan, dan PPPK dalam kondisi baik dan lengkap

  5. Peserta khusus ( yang punya sakit tertentu) sudah dihubungi untuk membawa persiapan pribadinya.

  6. Objek wisata/ tujuan sudah dihubungi dan siap menerima

  7. Guide lokal (kalau ada ) sudah dihubungi

  8. Crew sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya

  9. Tool/kit yang akan dibagikan pada wisatawan sudah siap

  10. Susunlah peralatan yang akan dipakai dengan sistematis sesuai dengan urutan acara perjalanan dan seluruh crew mengetahuinya.

  11. Tulisan nama dalam name tag benar ejaannya, terbaca jelas.

  12. Hafalkan nama dan ingat ciri-ciri dari wisatawan khusus

  13. Upaya seat rotasi agar tidak membosankan, dengan bijaksana

  14. Restauran dan akomodasi siap menerima kedatangan

  15. Alat pembayaran yang diperlukan dalam perjalanan (cek, voucher) sudah siap.

  16. Jangan lupa !!! penampilan dan persiapan pribadi kita sendiri.

  1. Persiapan Menemui Wisatawan

    1. The first impression (kesan pertama)

Usahakan pada pertemuan pertama, anda dapat menanamkan kepercayaan (trusty) dan mampu memberikan kesan yang positif dan simpati. Begitu pentingnya sebuah kesan pertama, karena merupakan pintu masuk untuk membina hubungan dengan relasi /wisatawan Bagaimana menciptakan kesan pertama yang positif ?

  1. Check semua kelengkapan kendaraan, AC, reclining seat, ban, PPPK, Microphone, nama driver & co driver dan selalu bekerjasama dengan driver.

  2. Pastikan bahwa anda berdandan rapih, bersih, serasi, dan sesuai kesempatan dan lokasi yang dikunjungi.

  3. KENALI wisatawan anda dengan bersahabat dan sopan.

  4. Tidak melakukan gerakan yang tidak perlu (garuk kepala, rambut dll)

  5. Dengarkan dan tangkaplah tanda -tanda verbal dan non verbal

  6. Selalu menyapa wisatawan dengan ringan dan ramah

  7. Senyumlah dengan yang tulus

Memelihara lingkungan kerja selalu bersih dan rapih

  1. Tampilkan diri dengan penuh percaya diri

  2. Jangan membuat kesimpulan terlalu cepat

  3. Selalu menjaga sikap tubuh dan expresi wajah yang nyaman dan menenangkan.

  4. Perlakukan teman kerja dengan sopan dan saling menghargai

  5. Tidak melipat tangan atau memasukkan tangan kedalam saku celana

  1. Microphone teknik

Teknik menggunakan mice (microphone) sangat mempengaruhi kenyamanan bagi dan kejelasan dalam penyampaian informasi, karena mice adalah pengeras suara pemandu. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan mice adalah :

  1. Sebaiknya digunakan cordless mice (tanpa kabel) dengan clip mice sehingga dapat disisipkan pada pakaian dan tidak mengganggu gerak, pilih tempat menyisip yang tepat, mutlak harus dicoba lebih dahulu, perhatikan arah dan jarak dari mulut/bibir .

  2. Bila menggunakan hand mice, dicoba untuk menghasilkan volume suara yang jelas, tidak bergaung/jernih. Perhatikan luas areal, apakah dalam microbus, bus, alam terbuka ataupun dalam ruangan.

  3. Perhatikan jarak antara mice dengan bibir, ini tergantung dari masing-masing karakter /merek mice. Posisi mice harus mengikuti gerak arah wajah (hati-hati bila menengok kekiri/kanan, mice harus ikut bergerak.

  4. Sebagai patokan, lengan tangan sebaiknya melekat pada badan (ketiak merapat) sehingga yang menentukan jarak sekitar siku.

  5. Pendengaran harus selalu bekerja sama dengan suara dan tangan/jarak.

  1. Mutu Layanan

    1. Bicara dengan fakta

    2. Jangan menyalahkan orang lain

    3. Temukan sumber persoalan

    4. Bina team spirit / group

    5. Utamakan kepuasan wisatawan tanpa mengabaikan kepentingan Perusahaan

  2. Mendengarkan dan menjawab pertanyaan

Teknik atau kiat dalam menjawab pertanyaan, sangat penting dan harus dikuasai oleh seorang pemandu; untuk mengantisipasi apabila pertanyaan itu sulit bahkan menyudutkan kita. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Perhatikan apakah pertanyaan mereka (pertanyaan terbuka atau tertutup)

  2. Dengarkan semua pertanyaan dengan tenang, ramah,simpati.

  3. Gunakan bahasa yang dimengerti oleh penanya, alau perlu dengan bantuan media komunikasi atau bahasa gerak.

  4. Tidak meremehkan, atau menilai bahwa pertanyaan itu hal yang bodoh

  5. Jangan merasa diharuskan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya pribadi, anda bisa menolaknya dengan halus.

  6. Jangan menyanggah pertanyaan yang memusuhi dan kritik, tapi arahkan pada hal positif.

  7. Perjelas pertanyaan dengan mengulangi inti dan maksud pertanyaan sehingga anda bias (melantur) dalam menjawab.

  8. Jawablah dengan singkat, jelas dan efektif

  9. Jangan merasa bodoh bila anda tak mampu menjawab, cari jawaban sementara dari audiens dan simpulkan.

  10. Jujurlah dalam menjawab, jangan beri kesan sok tahu

  11. Berhati-hatilah, kadang orang bertanya, bukan karena tidak tahu, tapi hanya ingin membandingkan dan kepastiannya.

  12. Bila pertanyaan bersifat keluhan/komplain, dengarkan dengan empati dan upayakan tindak lanjut yang nyata

  13. Jangan memberi kesan bahwa anda seorang guru dan wisatawan adalah murid anda, ingat bahwa wisatawan mengikuti tour bukan untuk belajar tetapi untuk bersenangsenang dan santai.

  14. Tunjukkan bahwa anda merasa senang dengan pertanyaan dari mereka dan peran serta mereka.

  15. Beri kesempatan yang merata dan tidak pilih kasih.

  1. Persiapan Pemanduan Wisata Overland

Pilihlah suatu tempat yang strategis, aman, menarik dan mudah dikenal untuk memulai pemanduan. Bila anda akan memulai suatu perjalanan dengan bus, lakukan greeting sebelum naik ke bus atau sebelum bus bergerak. Yang harus dilakukan adalah :

  1. Mengucapkan salam dengan bahasa yang familiar

  2. Perkenalkan nama perusahaan, rekan kerja dan diri anda sendiri serta gunakan tanda khusus untuk memudahkan pengenalan.

  3. Cek nama / amati wisatawan satu persatu dengan menyebut nama, atau persilakan mereka untuk saling mengenali melalui name tag yang telah dibagikan, sehingga mereka akan saling mengenal bila group belum saling mengenal.

  4. Jelaskan secara singkat dan jelas itinerary, sebaiknya dibagikan sekilas informasi dalam bentuk brosur dengan tulisan dan gambar yang jelas.

  5. Beri kesempatan untuk bertanya

  1. Melaksanakan Pemanduan

Pilihlah suatu tempat yang strategis, aman, menarik dan mudah dikenal untuk memulai pemanduan. Bila anda akan memulai suatu perjalanan dengan bus, lakukan greeting sebelum naik ke bus atau sebelum bus bergerak.

  1. Kenalilah budaya mereka, dan sesuaikan situasi dengan culture ratarata/ terbanyak

  2. Pelayanan informasi diatas bus, dengan posisi berdiri dengan sikap kaki yangtepat, tergantung goyangan bus bisa dengan jarak 20- 30 Cm antara dua kaki kedepan atau ke samping, dan boleh bersandar tapi tetap dalam sikap tegak, tidak terkesan malas.

  3. Jangan menjelaskan suatu objek yang sudah tertinggal atau masih sangat jauh, adakan kerjasama dengan driver supaya kecepatan dikurangi bila ada hal-hal yang menarik dan memerlukan informasi secara lebih rinci.

  4. Tanggap akan kondisi wisatawan, jenuh, lelah atau mengantuk. Cepat mawas diri apakah penyebabnya dan segera alihkan strategi anda untuk mengantisipasi keadaan. Bila rata-rata benarbenar mengantuk, persilakan istirahat dan berhentilah bicara kemudian putarlah lagu instrumen yang tenang. Bila terlihat tanda kebosanan cobalah untuk membuat games/permainan yang melibatkan wisatawan - jangan hanya anda yang aktif, tapi buatlah mereka aktif dan bergerak.

  5. Bila anda menangani walking tour , posisikan dimana anda berdiri agar semua wisatawan dapat melihat dan mendengar anda dengan jelas. Dalam keadaan berjalan bersama rombongan, anda harus selalu berada pada posisi kritis, seperti tikungan, jembatan, pintu masuk, sehingga anda mudah memimpin mereka dan ingatkan kalau ada tempat2 yang licin atau tangga naik/turun.

  6. Dalam kondisi berjalan berpencar, harus dikumpulkan lebih dahulu dan berikan informasi lokasi (toilet, tiket sales, souvenir, kedai snack,dll) dimana meeting point, samakan waktu dan tentukan jam berapa harus berkumpul sebagai pos dan anda tetap siap di pos untuk menjaga hal-hal yang emergency. Berikan informasi tentang larangan-larangan, tanda bahaya dan aturan yang berlaku.

  7. Ajaklah wisatawan untuk bersama-sama menghargai kesepakatan waktu dengan memberikan pengertian tanpa mengurangi kenyamanan dan kesenangan, terpaksa harus kembali untuk meneruskan perjalanan bila saatnya telah tiba.

  8. Mendahulukan wisatawan yang tua dan lemah, tanpa meremehkan kemampuan dan menyinggung perasaannya, ingat bahwa culture berbeda (cross-culture understanding)

  9. Cobalah untuk memotivasi adanya rasa kebersamaan antar wisatawan

  10. Dalam keadaan darurat, cobalah untuk menawarkan alternatif pemecahan yang sama-sama menguntungkan, walaupun dalam hal ini mungkin terjadi tentangan keras dari seseorang, namun tetap hindari adu argumentasi/berdebat.

  11. Ingatkan pada wisatawan akan barang bawaannya ,setiapkali anda akan berpindah lokasi dan selalu cek jumlah wisatawan.

  12. Bila terjadi kecelakaan atau ada yang sakit, berikan pertolongan pertama, hubungi dokter/rumah sakit terdekat dan kantor anda, bila diperlukan.

  13. Pada saat berhenti untuk makan bersama, hubungi kembali (reconfirm) restaurant untuk memastikan kesiapan, dan jumlah seat Beri informasi apa menunya dan ketentuan lain seperti makanan /minuman tambahan yang tidak termasuk dalam paket serta waktu yang disediakan. Pastikan mereka sudah mulai makan dan berkelilinglah meneliti mutu makanan dan pelayanan restauran, baru anda menyusul untuk kemudian jangan biarkan mereka menunggu anda yang sedang makan. Ambil meja khusus untuk crew, sehingga anda dapat mengamati situasi makan.

  14. Ingatkan sebelum meneruskan perjalanan, tentang toilet, barang bawaan dan ucapan terima kasih atas tertib dan sampaikan permintaan maaf bila ada kekurangan.

  15. Bila ada pemandu lokal pada salah satu objek wisata, perkenalkan guide lokal pada wisatawan dan hargailah rekan pemandu anda.




  1. Mengakhiri Pemanduan

    1. Pilihlah suatu tempat/lokasi yang strategis, aman, menarik dan nyaman untuk mengakhiri pemanduan sebelum kembali ke bus

    2. Kumpulkan seluruh peserta tour, ambil posisi dimana anda harus berdiri agar semua peserta tour dapat melihat dan mendengar anda dengan jelas.

    3. Sampaikan bahwa tour akan segera berakhir dan berilah rangkuman informasi dari apa yang telah mereka kunjungi.

    4. Beri kesempatan untuk bertanya dan jawablah dengan singkat dan jelas

    5. Bila perusahaan/kantor anda menyediakan souvenir inilah saat paling tepat untuk memberikannya.

    6. Sampaikan rasa terimakasih perusahaan, driver/crew dan anda sendiri atas kesediaan mereka karena telah bergabung dengan tour ini.

    7. Ingatkan barang bawaan jangan ada yang tertinggal dalam kendaraan

    8. Akhir pemanduan merupakan kesan menyenangkan pada akhir dari tour dan membuat wisatawan merasa hilang kelelahannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi komunikasi, pengertian, defenisi menurut para ahli, manfaaat dan syarat syarat komunikasi.

Pengertian Komunikasi Berasal dar ibahasa latin “ communicare ” memberitahukan/Berpartisipasipada/berhubungan dengan Berkembang dalam bahas...